Lompat ke isi

Mongolia

Lonto Wikipedia, ensiklopedia pereyi bahasa Hulontalo


Mongolia (bahasa Mongol: Монгол Улс, Mongol Uls) yito tuwawu negara kesatuan u bersistem semi-presidensial wolo berbentuk republik konstitusional wawu olo negara terkurung daratan to Asia Timur. Negara botiye babatasiya wolo Rusia wimbihu tilayo, wawuTiongkok to selatan.

Mongolia lali pusat Kekaisaran Mongol to abati ke-13 bolapatiyo kilawasa lo Dinasti Qing anggadu pulito lo abati ke-17 sambe o pamarenta u maradeka ubilontukiyaliyo bilantuwa lo Uni Soviet to 1921. Bo'olo, kemerdekaan Mongolia dila ilakuwaliyo Tiongkok sambe tawuunu 1949. Lapato komunis lokawasa Tiongkok daratan, Tiongkok pulitaliyo mola longakuwi kemerdekaan Mongolia. Lapato keruntuhan Uni Soviet, Mongolia menganut aliran demokrasi. Wolo luas wilayah uluasiliyo madelo Alaska, lebe daadata wilayah lo Mongolia hutaliyo gersang u kebanyakan wilayaliyo berupa padang rumput wolo pegunungan towimbihu barat wawu tilayo wawu Gurun Gobi to selatan. Mayoritas pendudukliyo beretnis Mongol u menganut Buddhisme Tibet wolo u tutumula nomaden.

Sojarah

[boli'a | boli'a bungo]
  • Periode Bangusa Hunnu (Hsiung-nu)
Bangsa Hun lali masyahuru totibawa lo kepemimpinan Modun Khaan lonto Dinasti Tiongkok u mengontrol jalur perdagangan to daerah Turkistan. Lapatiyo kehancuran ledungga de peradaban Hunnu sasamawa lo kehancuran dinasti Hundi Tiongkok to Tiongkok.
  • Periode Bangusa Cian-bi (Hsien-pi)
Penduduk bangsa Hunnu gagabungi to wilayah bangsa Cian-bi (136-181 Masehi). Cian-bi lali bangusa u molotolo wawu loponggalo wilayah wawu bilagiliyo tolo bagian sambe de timur sambe de Korea totibawa lo kepemimpinan Tanishikuai. Sambe era kepemimpinan Kabinen, bangusa Cian-bi mengalami dadata perebutan wilayah. Tawuunu 235, Kabinen yilate wawu bangusa Cian-bi mengalami kehancuran.
  • Periode Bangusa Jujan (Rouran)
Bilongu lo penduduk sisa lo bangusa Cian-bi, bangusa Jujan u berpusat to pegunungan Khangai berkembang to abati ke-5.
  • Periode Bangusa Tukish
Bangusa Tukish ubilonguliyo monto pecahan Kerajaan Jujan lopotanggalo wilayahliyo sambe de semenanjung Korea wawu Tiongkok. Penduduk lonto bangusa Uyghur lodudu'o logabungi sambe 745 Masehi. Bangusa Tukish lali bangusa u kuat to Mongolia.
  • Periode Bangusa Uighur
Bangusa Uighur yilotutu lonto bagian bangusa Tukish. To periode 745 Masehi, Uighur mengontrol jalur perdagangan lonto China sambe de kawasan timur Asia.
  • Periode Bangusa Kitan
Abati X-XII, Mongolia kawa-kawasa lo Kitan u pupusati to Sungai Liao, pegunungan Khyangan wawu lokawasa wilayah Mongolia to tawuunu 924 Masehi. To 936 Masehi, bangusa Kitan lokawasa wilayah Bahain wawu 16 wilayah Tiongkok utara. Tawuunu 1120, bangusa Kitan lo'antulu.
  • Periode Mongol
Abati XII, Mongolia kilawasa lo id:Kerajaan MongolKerajaan Mongol u hulo-hulo'o tolo dutula wawu pegunungan Altai sambe sungai Selenge. Kerajaan botiye tila'uwaliyo ole Khabula Khaan (Kubilai khan). Wombuliyo u tangu-tanggulo Yesugei lopotihulo Kerajaan Mongol Khanlig. Yesudei yilate tawuunu 1170 wawu Kerajaan Mongol terbagi lali mohelungolo bagian. Wala'iyo tatanggu-tanggulo te Temujin Lokawasa kepemimpinan Mongol.

Geografi

[boli'a | boli'a bungo]
Bagian selatan Mongolia adalah Gurun Gobi, sedangkan bagian barat dan utara kebanyakan pegunungan
Bentang darat Mongolia
Kota Ulan Bator, kota terbesar sekaligus ibu kota Mongolia

Wolo tanggalo 1564116 kilometer persegi (603909 sq mi), Mongolia lali negara ke-19 umotanggalo to dunia (lapato Iran wawu sebelum Peru).

Peta klasifikasi iklim Koppen Mongolia.
Peta klasifikasi iklim Koppen Mongolia.

Mongolia dikenal lali "Tanah Langit Biru Abadi" meyambo "Negara Hulungo Wahu'ente" (Mongolia: "Mönkh khökh tengeriin oron") sababu woluwo lebe lo'u 250 huyi cerah.[1][2][3][4]

Politik

[boli'a | boli'a bungo]
Pertemuan Khural Agung Negara sedang berlangsung

Mongolia yito republik demokratis perwakilan semi-presidensial wolo Presiden upilili langsung.[5][6][7] Rakyati olo momili para deputi to majelis nasional, Khural Agung Negara. Presiden molunggo'o perdana menteri, wawu mopocaloni kabinet atas usuli li perdana menteri. Konstitusi Mongolia lojamini sejumlah kebebasan, maso-maso kebebasan penuh berekspresi wawu beragama. Mongolia mengamandemen konstitusiliyo paling akhir to tawuunu 2019 wolo mengalihkan sebagian kekuasaan monto oli presiden ode perdana menteri.[8]

Mongolia woluwo sejumlah partai politik; u paling damango yito Partai Rakyat Mongolia wawu Partai Demokrat. Organisasi non-pemerintah Freedom House menganggap Mongolia bebas.[9]


Pembagian administratif

[boli'a | boli'a bungo]

Mongolia bilagiliyo todelomo 21 provinsi (aymguud; disingkat aimag atau aymag) wawu 1 kotamadya (hot) madelo provinsi.

  • Provinsi Arkhangai
  • Provinsi Bayan-Ölgii
  • Provinsi Bayanhongor
  • Provinsi Bulgan
  • Provinsi Darkhan-Uul
  • Provinsi Dornod
  • Provinsi Dornogovi
  • Provinsi Dundgovi
  • Provinsi Govi-Altai
  • Provinsi Govisümber
  • Provinsi Khentii
  • Provinsi Khovd
  • Provinsi Khövsgöl
  • Provinsi Ömnögovi
  • Provinsi Orhon
  • Provinsi Övörkhangai
  • Provinsi Selenge
  • Provinsi Sükhbaatar
  • Provinsi Töv
  • Ulaanbaatar
  • Provinsi Uvs
  • Provinsi Zavkhan

Referensi

[boli'a | boli'a bungo]
  1. "Mongolia Climate – Retrieve the average temperatures and rains in Mongolia & in Ulaan baatar". Diarsipkan dari versi asli tanggal February 3, 2016.
  2. "Country Nicknames: Top 40 best nation aliases". May 31, 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal January 1, 2016.
  3. "Nomadic trails in the land of the blue sky". BBC. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 22, 2014.
  4. "Weeping Camel: A Real Mongolian Tear-Jerker". National Geographic. July 7, 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal March 4, 2016.
  5. Shugart, Matthew Søberg (September 2005). "Semi-Presidential Systems: Dual Executive and Mixed Authority Patterns" (PDF). Graduate School of International Relations and Pacific Studies. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal August 19, 2008. Diakses tanggal 21 February 2016.
  6. Shugart, Matthew Søberg (December 2005). "Semi-Presidential Systems: Dual Executive And Mixed Authority Patterns" (PDF). French Politics. 3 (3): 323–351. doi:10.1057/palgrave.fp.8200087alt=Dapat diakses gratis. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal March 4, 2016. Diakses tanggal February 21, 2016. Even if the president has no discretion in the forming of cabinets or the right to dissolve parliament, his or her constitutional authority can be regarded as 'quite considerable' in Duverger's sense if cabinet legislation approved in parliament can be blocked by the people's elected agent. Such powers are especially relevant if an extraordinary majority is required to override a veto, as in Mongolia, Poland, and Senegal.
  7. Odonkhuu, Munkhsaikhan (February 12, 2016). "Mongolia: A Vain Constitutional Attempt to Consolidate Parliamentary Democracy". ConstitutionNet. International IDEA. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 25, 2016. Diakses tanggal February 21, 2016. Mongolia is sometimes described as a semi-presidential system because, while the prime minister and cabinet are collectively responsible to the SGKh, the president is popularly elected, and his/her powers are much broader than the conventional powers of heads of state in parliamentary systems.
  8. Adiya, Amar (2022-06-30). "Mongolia Looks Into New Parliamentary System". Mongolia Weekly (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 March 2023. Diakses tanggal 2023-03-25.
  9. "Freedom in the World, 2016" (PDF). Freedom House. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal February 5, 2016. Diakses tanggal January 30, 2016.